
Disain KFX sodoran Saab Swedia (foto: Saab)
Jakarta (ANTARA News)-Indonesia memberangkatkan tim "rekayasa" pesawat tempur KF-X Korea Selatan, sebagai pesawat tempur Pembuatan Rangkaian tersebut oleh kedua Negara.
Sebelumnya, tim terdiri Atas Yang TNI Angkatan Udara pribadi, Kementerian Pertahanan, ITB, murah PT DI, Akan menerima pengarahan Menteri Pertahanan Purnomo Yugiantoro di Jakarta, Senin.
Sekjen Kementerian Pertahanan Marsekal Madya TNI Erris Heriyanto mengatakan kesepakatan pengembangan pesawat tempur KFX Bersama disepakati kedua Negara PADA 15 Juli 2010 di Seoul, Korsel.
Pesawat jet tempur KFX SENDIRI sebetulnya merupakan Proyek lama Republik Korea Air Force (ROKAF) Yang baru Bisa terlaksana SEKARANG.
Proyek ini digagas Presiden Korea Kim Dae Jung PADA bulan Maret 2001 menggantikan pesawat-UNTUK pesawat Yang Lebih tua seperti F-4D / E Phantom II murah F-5E / F Tiger.
Dibandingkan F-16, KFX diproyeksi memiliki jari-jari Serang UNTUK Lebih Tinggi 50 Persen, sistim avionik Yang Lebih Baik Serta kemampuan anti radar (stealth).
Erris mengatakan, Indonesia berupaya memenuhi kebutuhan alat Utama Sistem Senjata secara mandiri, Termasuk Dalam, pengembangan pesawat tempur.
KARENA ITU, Indonesia Sepakat bekerja sama DENGAN UNTUK Korsel, katanya, menambahkan.
Dalam, ITU kesepakatan, kedua pihak menyepakati 80 Persen pembiayaan ditanggung Negara mitra murah 20 Persen ditanggung Indonesia.
Erris menambahkan, kerja sama pengembangan pesawat tempur Generasi 4,5 ITU dilakukan Dalam, Tiga tahapan yakni pengembangan Teknologi Sepanjang 2011-2012, Tahap "rekayasa dan manufaktur" murah Tahap ketiga adalah Produksi.
"PADA Tahap` rekayasa dan manufaktur `Akan dihasilkan lima prototipe pesawat. Dari lima unit yang diharapkan ITU Satu prototipe Bisa dihasilkan Indonesia," katanya.
Erris menambahkan, kedua Negara Sepakat UNTUK menghasilkan 150 hingga 200 unit dimana KFX Dari Jumlah ITU, Indonesia mendapat 50 KFX unit.
"Jumlah 50 Unit memenuhi kebutuhan ITU Tiga skuadron tempur Udara," katanya menambahkan.
( Antara )
Lihat Juga:
RI Anggarkan US $ 1,6 Miliar UNTUK KFX
11 Juli 2011
Jurnas.com jet tempur Korea PEMBANGUNAN Fighter Xperiment (KFX) membutuhkan anggaran US $ 8 Miliar. Indonesia mendapat porsi anggaran 1,6 Miliar US $.
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan, penyediaan dana Proyek UNTUK DENGAN Korea Selatan ini dianggarkan secara bertahap. Dirjen Perencanaan Pertahanan MENURUT (renhan) Kemhan Marsma BS Silaen, PADA 2011 dianggarkan dana sebesar Rp48 Miliar.
"Tahun 2012, Rp100 Miliar, UNTUK Tahun 2013, 2014, murah 2015 sebesar Rp1, 2 triliun. Periode Berikutnya Akan Kita rencanakan lagi, "kata Silaen. PT Dirgantara Inndonesia (PT DI) juga dilibatkan Dalam, Proyek tersebut.
Presiden Direktur PT DI Budi Santoso mengatakan, ini merupakan Pengalaman Pertama PT DI Pembangunan pesawat tempur. Sebanyak 24 Orang dari PT DI ikut ke Korea UNTUK Proyek ini UNTUK pengusaan Teknologi.
"Sebagian memang ikut gede Yang baru menguasai setengah Dari teknologinya. UNTUK Produksi kemampuan tak Jauh ketinggalan. Trus pesawat tempur UNTUK memang baru Pengalaman Pertama, "katanya.
Pesawat tempur adalah pesawat nantinya KFX DENGAN kursi tunggal Yang disokong mesin kembar Setara General Electric F414 kelas atau M88 Snecma Yang digunakan PADA F/A-18E/F Dassault Rafale Boeing murah. Bila kerja sama ini berhasil, pesawat tempur KFX nya berkode Akan berganti menjadi pesawat F Nama-33.
Kerja sama ini dilakukan DENGAN Pembagian 20 Persen Indonesia, 60 Persen Korea, murah 20 pers en Korea Aerospace Industries. "Kita punya keuntungan lain. Selain mendapat jatah 50 Unit pesawat KFX, Indonesia akan mendapat 20 Persen Dari Laba Penjualan pesawat tersebut, "kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro usai melepas di tim delegasi Pembangunan pesawat di Kementerian Pertahanan KFX (Kemhan), Jakarta, Senin (11 / 7).
( Jurnas Nasional )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar