Pesawat Tempur TNI AU Dilengkapi ACMI


Peralatan ACMI PADA pesawat tempur (foto: planephotoman)

JAKARTA (Suara Karya): TNI Angkatan Udara (AU) melengkapi armada pesawat tempurnya DENGAN Teknologi manuver tempur udara instrumentasi (ACMI). Teknologi Canggih Cubic Pabrikan, Serikat Amerika memberi (AS) dipasang pesawat tempur Sayap PADA guna memonitor latihan penerbang tempur Yang sedang melaksanakan pertempuran Udara.

"ACMI merupakan alat dapat merekam Data Yang-data pergerakan pesawat selama penerbangan latihan data-data tersebut. Nantinya dapat digunakan UNTUK menganalisa latihan Yang Baik dilaksanakan secara real time maupun Keperluan Selesai setelah penerbangan," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsma TNI Bambang Samoedro Kepada Suara Karya di Jakarta, Senin (20/12).

PADA medio Desember 2010, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Imam Sufaat, meresmikan ACMI di Lanud Iswahjudi. ACMI menyediakan maju Rangeless / Otonomi ACMI Pelatihan Yang memungkinkan para penerbang berlatih DENGAN Bantuan satelit posisi global (GPS).

Teknis pemasangan ACMI pesawat tempur PADA Sayap. Gerakan pesawat tempur Akan termonitor oleh stasiun tanah melalui Pemancar Yang Telah terkoneksi DENGAN ACMI. Setiap manuver pesawat tempur Udara Akan terukur sehingga alinea percontohan Atas Bisa mengevaluasi kekurangannya.

"Inti Teknologi Komponen Dari ACMI adalah instrumentasi pod Yang dipasang di ujung sayap stasiun senjata. Pod tersebut mengumpulkan data yang murah Semua pergerakan pesawat selama penerbangan kemudian merekam murah mengirim Informasi tersebut ke stasiun tanah UNTUK time monitoring nyata terhadap kejadian-kejadian selama latihan setelah latihan breefing murah PADA layar memantau di Ruang berdiskusi, "ujar Bambang.

SAAT ini, Indonesia baru punya Empat Unit ACMI. Rencananya, PADA tahun 2011, TNI AU Akan menambah lagi menjadi Delapan unit. "TNI AU Akan Mencoba latihan pertempuran lawan Empat Empat Udara," ujarnya.

PADA Sisi lain, Bambang mengatakan, para penerbang tempur TNI AU Akan penerbang tempur diikutkan Kursus UNTUK meningkattkan kemampuan tempurnya terbang. PADA Kursus ini Akan dibekali Pengetahuan Taktik tempur Serta kualifikasinya.

Pembenahan Armada

Secara terpisah, Pengamat Militer Dari Universitas Indonesia (UI) Andi Widjajanto mengatakan, perkembangan Pola Taktik pertempuran TNI AU Harus diimbang pembenahan terhadap armada tempur Yang dimiliki, seperti sumber Daya Manusia (SDM) murah alat Utama Sistem Senjata (alutsista).

"Penerbang tempur dapat mempelajarai murah Berbagai macam melaksanakan Taktik pertempuran Udara gede KARENA KUALITAS pesawat murah kuantitas mencukupi," ujarnya.

PADA era 1970, Indonesia mengalami suatu Pernah Masa "asal Bisa terbang", KARENA kesiapan pesawat Kekuatan Yang turun drastis.

SEKARANG ini, MENURUT dialog, pemerintah terdorong Mulai Membeli pesawat tempur UNTUK Canggih Dari Luar Negeri, seperti Sukhoi (Rusia) murah F-16 (AS). kemampuan pemerintah pesawat tempur UNTUK Membeli Mulai terdongkrak.

"Rencana pemerintah bekerja sama Korea Selatan DENGAN membangun pesawat tempur UNTUK KFX Bisa diharapkan mendorong Kekuatan pertahanan menunju ideal," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar