Panser 6x6 Anoa (Foto: Kaskus Militer) Magelang (ANTARA News) - Tentara Nasional Indonesia akan mendapatkan dana melalui anggaran Tambahan perubahan 2011 sebesar Rp2, 4 triliun murah Sekitar Rp1, 3 triliun di antaranya digunakan UNTUK memberikan yang alat Utama Sistem persenjataan (alutsista).
Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono di Magelang, Jumat, mengatakan, "Dana Sekitar Rp1, 3 triliun tersebut digunakan UNTUK Akan memberikan yang persenjataan buatan Dalam, Negeri seperti dari PT Pindad, PT Koja Bahari, PT PAL murah."
"Informasi terakhir Yang Kami Dengar, Akan dapat Tambahan sebanyak Rp11 UNTUK 2011 triliun, namun KARENA KEUANGAN Negara belum memungkinkan, kelihatannya Hanya Akan turun Rp2, 4 triliun," katanya.
Ia mengatakan Hal tersebut usai upacara Prasetya Perwira Prajurit Karier TNI Tahun Anggaran 2011 di Lapangan Sapta Marga, Akademi Militer Magelang.
Salah Satu Kendaraan tempur buatan PT Pindad, yaituarmoured pengangkut personel tipe Anoa, menjadi unggulan angkatan bersenjata Yang diminati Negara lain. Angkatan Darat Malaysia Pernah menyatakan kecenderungannya PADA Anoa Seluruh Yang karoserinya terbungkus baja setebal 10 milimeter murah Sistem pertahanan aktif pasif murah ITU.
Jumlah Perwira Yang dilantik tersebut sebanyak PADA kesempatan 210 Orang, terdiri Angkatan Darat Atas 110, Angkatan Laut 43, Angkatan Udara murah 55 Orang. Dari Jumlah tersebut, 39 di antaranya merupakan Perwira Perempuan.
Suhartono mengatakan, Perwira Yang lembut dan sehat baru dilantik merupakan Prajurit Karier Lulusan sarjana D3 murah. Prajurit Karier UNTUK Mengisi Jabatan Khusus, seperti bidang Hukum, Dokter murah lainnya.
Ia mengatakan, Mulai tahun 2011 Lulusan Akmil, AAU murah AAL Gelar kesarjanaan diberi yakni sarjana Sains Terapanan Pertahanan. Para Lulusan Setara S1 atau D4 DENGAN.
"Hal ini dirancang Sejak Awal Sudah murah nantinya mereka Bisa menempun S2 di universitas pertahanan, DENGAN demikian kesinambungan ilmu pertahanan Akan Terus berlangsung murah TNI memiliki Ahli-Ahli bidang pertahanan," katanya.
Pemberian Gelar sarjana memang baru diterapkan tahun 2011, katanya, setelah bekerja sama TNI DENGAN Kementrian Pendidikan khususnya Dirjen Perguruan Tinggi. Setelah di teliti, ternyata Lulusan Akmil, AAU, AAL murah, Bisa menjadi sarjana Sains terapan secara keilmuan KARENA, mereka memiliki syarat UNTUK Meraih Gelar. Gelar kepangkatan mereka mendapatkan Terverifikasi Tetap doa. (ANT)
( Antara )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar